Peranan Hati - infoblogmu.com
Headlines News :
Home » » Peranan Hati

Peranan Hati

Written By radjie ahmad on Senin, 26 Desember 2011 | 20.30



Marilah kita sering-sering merenung mengingat Allah SWT. Mari sesering mungkin bawa hati ini untuk berwisata kepada jalan Allah SWT.

Sebenarnya apa penyebab iman ini lemah, karena kita terbiasa dengan segala yang sifatnya keduniaan, segala sesuatunya diukur dengan materi sebagai jawaban. Dengan keadaan yang demikian, kita seakan sudah lupa dengan Allah. Bahkan banyak juga yang menjauhkan diri dari Allah.

Pernahkah Allah meninggalkan kita? Coba renungkan. Sekiranya Allah meninggalkan kita, tidak mau mengurusi makhluk-Nya, niscaya tidak ada lagi kehidupan.

Lihat, jantung yang berdetak ini, bukti di mana kita tidak ada kuasa sama sekali untuk mengontrolnya. Kita tidur ia tetap berdetak. Kita beraktivitas pun, selalu si jantung di dalam badan kita ini terus berdetak. Begitu pula napas, segalanya serba otomatis, semuanya Allah yang mengendalikan semua penggerak kehidupan hingga sampai waktunya. Bukti ini sudah cukup jika kita coba renungkan dalam-dalam, bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita.

Kita yang harus ingat kepada Allah, kejar ampunan-Nya, kejar ridha-Nya. Allah senang kita sholat pada waktunya, lakukan. Allah senang kita menangis dalam sujud, lakukan. Allah senang kita berbakti sama orang tua, kerjakan. Jalan-jalan mendekat itu ada, tidak mungkin Allah itu menjauh, kita-nya lah yang jauh dengan-Nya, kelalaian dalam mengingatNya, dosa-dosa yang dibiarkan ditumpuk, kadang kala sholat tapi hati tidak diikutkan karena sholatnya cuma sebatas gerakan, tidak ada perasaan bahwa dirinya sedang berhadapan dengan siapa.

Penyebab hati ini lemah adalah kelalaian, dosa-dosa hingga hati ini berkarat, susah betul ibadah, bawaannya malas. Karena yang jadi ukuran cuma dunia, hatinya digantungkan ke kantor, digantungkan ke bisnis, digantungkan ke orang. Itu semua sering kali dikejar sampai menyepelekan kewajiban-kewajiban, ibadah, Allah di hatinya ditempatkan ke nomor sekian. Padahal, semua kehidupan ini Allah yang punya, orang tua kita pun Allah yang ciptakan, semua rasa kasih sayang pun itu juga datangnya dari Allah, jadi sewajarnyalah kalau kita harusnya menomorsatukan Allah di atas segala-galanya.

Kadang kita sering beranggapan mengenai tingginya nilai seseorang yang tahu terima kasih, seorang yang berjasa besar pada kita akan kita balas budinya, kita hormat, kita turuti keinginan orang itu, karena kita ingin balas budi. Nah, sekarang bagaimana sikap kita sendiri sama Allah, Pencipta kehidupan manusia, kita, keluarga? Marilah kita banyak-banyak merenung, agar kita bisa menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur. Dimana bersyukur kepada Allah itulah, yang dijadikan alasan dari niat Rasulullah SAW sampai bengkak kakinya karena sholat tahajud yang terlalu lama berdiri, padahal beliau dijamin masuk surga.

Di kehidupan, Allah sudah demikian baiknya sama kita, jadi tidak mungkin Allah itu membuat hambaNya sengsara, ujian kehidupan justru diberi, karena Allah sayang sama hambaNya, agar dia kembali, dosa-dosanya terhapus, biar banyak mengharap kepadaNya. Luar biasa, Allah suka sekali jika diminta, semakin banyak kita berdo'a, Allah makin senang. Ujian hidup seringkali menjadi jalan agar seorang hamba bisa kembali, bertobat, dan memperbanyak ketaatan dalam beribadah, serta menempatkan Allah sebaik-baiknya penolong, dan sebaik-baiknya pelindung, karena ia tahu bahwa Allah-lah yang terbaik dari siapapun.


Share this article :

0 komentar:

Review Games

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. infoblogmu.com - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template